Langsung ke konten

Mengenal kembali makanan tempo dulu

Rasa lama,
cerita yang
selalu pulang.

Ada kenangan di setiap gigitan. Dari jajanan pasar hingga kudapan sore, mari merawat rasa sederhana yang pernah menemani hari-hari kita.

Bahan sederhana. Rasa istimewa. Cerita bersama.

Sepiring nostalgia
Yang sederhana, yang selalu dirindukan.

Jajanan pilihan

Pernah jadi favoritmu?

Enam kudapan dengan rasa dan tekstur berbeda. Masing-masing punya cara sendiri untuk membangkitkan kenangan.

01 / Hijau pandan

Klepon

Manis yang meletup pelan.

Bola ketan berbalut kelapa parut dengan isian gula merah. Kenyal di luar, manis lumer di dalam.

Ketan · Gula merah · Kelapa

02 / Harum kukusan

Kue Putu

Hangat, bersama suara yang khas.

Kue berbahan tepung beras yang dikukus dalam cetakan bambu, berisi gula merah, lalu ditaburi kelapa.

Tepung beras · Gula merah · Kelapa

03 / Lembut berlapis

Kue Lapis

Dinikmati selapis demi selapis.

Lapisan warna yang berselang-seling, rasa manis lembut, dan tekstur kenyal. Sederhana, tetapi selalu mengundang senyum.

Tepung beras · Santan · Gula

04 / Manis & gurih

Getuk Lindri

Singkong dengan wajah ceria.

Singkong kukus yang dihaluskan, diberi gula, lalu dicetak memanjang. Kelapa parut melengkapi rasa manis dan gurihnya.

Singkong · Gula · Kelapa

05 / Kenyal warna-warni

Cenil

Warna-warni yang bikin kangen.

Jajanan kenyal berbahan pati singkong, disajikan dengan kelapa parut dan pemanis. Sering hadir dalam pincuk daun pisang.

Pati singkong · Kelapa · Gula

06 / Gurih bersahaja

Grontol Jagung

Nikmat tanpa banyak tambahan.

Jagung pipil rebus berpadu dengan kelapa parut dan sedikit garam. Butirannya empuk, rasanya gurih dan bersahaja.

Jagung · Kelapa · Garam

Teman teh hangat, teman bercerita.

Lebih dari sekadar makanan

Bukan hanya rasanya.
Juga kenangannya.

Bagi sebagian orang, klepon mengingatkan pada pasar pagi. Suara penjual putu membawa ingatan ke depan rumah. Sepotong getuk terasa seperti sore yang panjang bersama keluarga.

Makanan tempo dulu dekat dengan bahan sehari-hari: singkong, ketan, jagung, kelapa, dan gula merah. Dari dapur sederhana, lahir rasa yang begitu akrab.

Merawatnya bisa dimulai dari hal kecil: kembali mencicipi, mengenalkan kepada anak-anak, atau mencoba membuatnya sendiri.

Kenalkan rasanya.
Teruskan ceritanya.

Dari cerita ke dapur

Bawa pulang rasanya.

Mulai dari satu resep rumahan. Siapkan bahan, luangkan waktu, lalu nikmati prosesnya bersama.

Klepon gula merah

Kenyal, harum pandan, dengan kejutan manis di bagian tengah.

Bahan yang perlu disiapkan
  • 200 gram tepung ketan putih dan 25 gram tepung beras.
  • Sekitar 170–190 ml air hangat beraroma pandan; tambahkan sedikit demi sedikit sesuai daya serap tepung.
  • 100 gram gula merah, sisir halus untuk isian.
  • 150 gram kelapa parut, sejumput garam, dan selembar daun pandan.
  • Air secukupnya untuk merebus.
Cara membuat, selangkah demi selangkah
  1. Campur kelapa parut dengan sedikit garam. Kukus bersama daun pandan, lalu sisihkan.
  2. Campurkan tepung ketan dan tepung beras. Tuang air pandan hangat sedikit demi sedikit, uleni sampai adonan lembut dan bisa dibentuk.
  3. Ambil sedikit adonan, pipihkan, beri gula merah, lalu tutup rapat dan bulatkan.
  4. Didihkan air, kecilkan hingga mendidih pelan, lalu masukkan klepon. Setelah mengapung, lanjutkan memasak sebentar hingga adonan matang.
  5. Angkat dan tiriskan, lalu gulingkan pada kelapa parut. Sajikan setelah cukup hangat untuk dinikmati.
Tips supaya isian tidak mudah bocor

Gunakan gula merah yang disisir halus dan jangan mengisi terlalu penuh. Pastikan adonan menutup rapat tanpa retakan sebelum direbus.

Adonan terasa kering? Tambahkan air sedikit demi sedikit. Terlalu lembek? Tambahkan sedikit tepung ketan, lalu uleni kembali.

Rasa yang layak dirawat

Mungkin yang kita rindukan
sesederhana sepiring jajanan.

Saat berjumpa jajanan tradisional di pasar atau warung sekitar, sempatkan mencicipi. Satu gigitan kecil bisa membuka banyak cerita.

Temukan kembali jajanan favoritmu ↑
Scroll to Top